Minggu, 20 Maret 2011
Dalam ketenangan saat menulis sebuah cerita, tiba-tiba saja, saya di kejutkan oleh seorang kawan, yang meng Buzz yahoo chat (YM)saya. Dia tahu kalau saya pasti dan selalu membuka yahoo chat(YM), hanya saja selalu invisible. Pertama, dia mengirimkan Emoticons menangis. Lalu, belum juga saya meresponnya, dia sudah menulis dan menulis, meluapkan isi hatinya yang kemungkinan tengah menangis pula seperti emoticon yang dia kirim tadi.
Tulisan itu mengalir begitu cepat, bahkan tiada hentinya. Maklum, dia memang jago mengetik di computer. Saya masih diam, bingung mau mbalas kata-kata curhatnya. Lebih tepatnya lagi, mungkin nggak ada kesempatan untuk membalas, karena saking cepatnya dia mengetik. Saya hanya mampu menatap tulisan tersebut, lalu membaca curhatnya, dan miris dengan masalahnya. Kembali saya bingung mau comment apa, bahkan seketika ide-ide cerita saya buyar di buatnya.
“Mengapa harus bertemu dengannya? Mengapa dulu aku mencintainya? Mengapa cinta di dunia maya tak bertahan lama? Mengapa kesannya menyakitkan yah, padahal kenalnya belum seberapa lama?” Dan masih banyak lagi kata “Mengapa-mengapa” yang tak mungkin saya tuliskan di lembar yang sempit ini. Inti yang saya tangkap dari curhatnya adalah, dia menyesal karena telah menjalin hubungan di dunia maya. Khususnya (YM dan FB)
Lalu, saya muncul dengan emotion meringis. kikikikikik.. bukan maksud untuk mentertawakan, namun agar dia tak begitu tegang dan berapi-api dalam menyampaikan kata-kata emosinya. Akhirnya dia diam, sambil mengirimkan emotion whew. Perlahan saya mulai mengetik, dan memberikan sport, mengingatkan agar jangan bersedih. Toh, bukan sekali ini, dia diputus cinta sama teman chatnya. Bahkan sering, mungkin tak terhitung lagi.
Namun begitulah pada umumnya kelakuan para penjaring cinta di dunia maya. Mereka hanya akan memperlihatkan kesan baik dan istimewanya saja, pada awal perkenalan. Apalagi jika lawan chatnya adalah lawan jenis. Hiks, ….jadi ingat iklan Rexona, “kesan pertama, begitu menggoda, selanjutnya……..(merana)
Sebab untuk menarik simpati atau mengambil hati lawan chat, mereka umumnya akan memamerkan gaya kehidupanya masing-masing. Misalkan dengan memamerkan menor dandanannya, foto-foto kegiatannya, atau kata-kata mutiara, atau juga dunia kerjanya, dan lain sebagainya. Ya, tentu saja itu untuk menarik simpati lawan chatnya. Jarang diantara mereka yang mau memperlihatkan kesan bisa-biasa, apalagi kesan buruknya. Karena itu akan merugikan dirinya sendiri di mata lawan chatnya, dalam menjaring cinta di dunia maya. Hiks,……! Tenan koq!
Dan celakanya lagi, bagi si lawan chat yang masih lugu dan baru dalam dunia chat, justru akan mempercayai kata-kata si lawan chat tadi, bahkan di banggakan. Padahal dia tak tahu kenyataan yang sebenarnya. Seperti nasib kawan saya. Dia yang dulunya terpesona dengan kearifan lawan bicaranya itu, kini justru malah mengumpatnya habis-habisan. Ibarat kata pepatah, habis manis sepah di buang. Rupanya kini dia tahu, kalau lawan chatnya selama ini hanya mengumbar rayuan belaka. Kata-kata yang sempat membuatnya merasa terhipnotis dulu, kini harus di buang jauh-jauh. Katanya. Saya manggut-mangut. (Tahu, lah! Kan pernah merasa. Hiks…) Bahkan dia sempat bilang, “Kapok…! Taubat…!” Saya hanya tersenyum. “Paling juga taubat cabe rawit, hiks….!. Soalnya sudah terbiasa, sebulan nantinya setelah kata taubat, dia akan membanggakan pertemanan barunya, dengan si ”A”, atau si “P” . Huf…..
Sebab yang saya ketahui, baik dari cerita kawan-kawan maupun pengalaman pribadi, untuk mundur seperti kata kawan saya tadi dari dunia maya, seperti internet itu memang sangat susah. Mungkinkah karena dunia maya telah mendarah daging di tubuh dan otak kita? Hah,…!? Padahal dulu kita tak seperti ini kan? Jangankan internet, listrik saja dulu belum masuk di kampung saya. Namun mengapa kini jadi begitu manja? Bahkan ketagihan dunia maya?
Kembali pada topic.
“Mengapa harus bertemu denganya?” jawabannya mudah saja: karena, hakikatnya kita sendirilah yang mencarinya. Berarti kita yang mencari masalah tersebut. Coba kalau kita tak berlayar di dalam dunia maya, mana mungkin kita akan bertemu dengan orang tersebut. Benar, kan?!
“Mengapa dulu aku mencintainya?” Nah…lho! salah sendiri. Sekarang timbul rasa menyesal, setelah percintaan berakhir dengan membawa kesan luka yang sangat dalam. Persoalannya kini, kesalahan bukan terletak pada lawan chat, karena dahulu sewaktu masih bersama, mereka chat atas dasar suka sama suka. Namun, mungkin secara tak di sadari, kita ini rentan akan rayuan, atau mudah tergiur dengan kehidupan lawan chat, yang telihat “Wah” atau seolah menjajikan ketenangan tersendiri dalam diri kita masing-masing.
Menurut pandangan saya, setelah mendengar dan melihat kawan-kawan dalam dunia perchatingan, pada umumnya, para penjaring cinta di dunia maya itu JARANG ADA YANG SETIA. Mereka juga terkadang memiliki cinta-cinta lainnya yang tidak anda ketahui. Bahkan pada umumnya, mereka memilki cinta yang NYATA dalam dunia nyatanya. Namun begitu, bukan berarti nggak ada yang jujur, karena sifat manusia pastinya juga sama, yaitu memiliki sifat jujur dan setia. Namun khusus untuk setia di dunia maya saya rasa, hanya sedikit saja.
Pada umumnya pula mereka suka berkata manis, seolah tiada dosa jika tengah berchating. Kata-kata seolah hanya kalimat yang harus meluncur, dan tak perlu memikirkan dampaknya bagi orang yang membaca ketikan keyboard tersebut. Lihat atau masuk saja ke room-room chat, di sana kita akan tahu, bahwa dunia chatting rasanya bagi mereka hanya tempat untuk berketik-ketik ria, sambil tebar pesona dengan segala kepawaiannya dalam mengolah kata-kata atau lelucon-lelucon. Mereka hanya akan mengupas kata-kata yang nggak berguna, kadang kasar, sambil tertawa ria. Dan hakikatnya, setelah kita keluar dari dunia maya tersebut, lalu kembali ke dunia nyata, ternyata hilang sudah keramaian yang baru saja singgah di mata dan pikiran kita.
Dan sudah seharusnya, kita tahu resiko apa yang akan kita hadapi apabila kita bermain chat. Jika bisa, jangan kita mudah mempercayai semua kata-kata rayuan mereka. Anggap saja itu hanya lelucon, dan tak perlu di simpan dalam hati. Dan bagi kawan-kawan yang suka berchat ria, kurangi menebar pesona, ingat! Karma selalu ada dan nyata. Kelak akan terjatuh pada orang yang kita sayangi pula, misal keluarga, atau kawan yang kita sayangi.
Kembali pada judul, mengapa cinta dunia maya tidak bertahan lama. Mungkin karena di sana (di dunia maya) entah itu chat room,(YM) facebook, (FB) atau jaringan yang serupa, hanya tempatnya orang-orang bermain-main ria. Namanya saja Dunia Maya, bukan nyata. Dan satu lagi keburukkan, di dunia maya, mereka punya pilihan yang banyak, seandainya ia sudah bosan pada lawan chatnya, mereka bisa berganti ID, atau menjaring ID yang lainnya. Bagi mereka, siapa yang bisa melayaninya di dunia maya, saat itu, dialah pacar/ kawan yang dekat. Lalu bagaimana dengan nasib lawan chat yang jarang membuka ID dan chatting? Tentunya tersingkir dari list book mereka.
Tapi tak menafikan, banyak juga yang kenal di dunia maya, lalu serius dan menikah, hanya tak sebanding dengan mereka yang hanya main-main saja. Mungkin tak sampai 30% dari jumlah keseluruhan. Jadi pelajaran untuk saya, dan anda, supaya, jangan terlalu mempercayai rayuan, atau kata-kata yang terkeluar dari dunia maya, jika tak ingin kecewa nantinya, seperti nasib kawan saya di atas.
Dan buat anda para orang tua,control kegiatan anak-anak kita dalam bermain-main dg hp/computer, khususnya internet. Setidaknya dengan kita mengontrol segala kegiatannya, akan dan mampu menghindari kejadian buruk, seperti banyaknya contoh-contoh yang pernah terjadi. Dan yang pernah kecewa karena dunia maya hanya membawa duka, lara, semoga tak terulang lagi dengan kejadian yang sama. Jangan terjebak pada lubang yang sama tentunya.
5
100%HALAL: Ada Apa Dg Cinta Dunia Maya ..???
Dalam ketenangan saat menulis sebuah cerita, tiba-tiba saja, saya di kejutkan oleh seorang kawan, yang meng Buzz yahoo chat (YM)saya. Di...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam...!!!