Pagi ini terasa ada yang kurang, kunikmati pagi dengan secangkir kopi tanpa rokok
menemani aku seperti kehilangan gairah hidup.
Tak seperti pagi sebelumnya, aku selalu melewati pagi dengan secangkir kopi dan rokok
yang selalu menemani lalu berendam di bak mandi jika aku merasa frustasi.
Rokok, kopi, bak mandi dan masturbasi. Apalagi?
Aku tak butuh kamu jika aku sedang masturbasi dan menyendiri.
Dunia ini milikku sendiri, aku tak ingin cinta juga tak ingin kekasih.
Apakah pagi ini sebaiknya aku ngopi, berendam sambil masturbasi ya?
Tapi apakah tidak terlalu dini mengawali pagi dengan masturbasi?
rasanya kurang pas juga jika tanpa rokok menemani.
Akhirnya ku putuskan untuk kembali meringkuk ke dalam selimut
sambil menyesali kenapa kamu tak datang malam tadi.
Sudah ku telpon berkali-kali untuk mengingatkan kalau ini tanggal 3,
tepat tiga bulan kita berusaha menyatukan hati, menjalani hari dengan penuh kasih
dan saling memberi tapi tak jarang juga kita berselisih karena egoku
yang katanya ingin menang sendiri.
Kamu tak peduli karena kamu tahu pasti aku sayang kamu dengan sepenuh hati.
Kamu bilang jadikan perbedaan itu sebagai warna hidup yang menemani melewati hari.
Dan tahukah kamu jika di tanggal tiga ini aku sudah menyiapkan malam
yang spesial untuk kita rayakan berdua. Musik jazz di padu dengan lilin beraroma terapi.
Aku tersenyum geli membayangkan malam romantis yang bakal kita lewati nanti.
Where are you, babe? Aku telpon katanya kamu sedang di rumah membersikan kamar
bantu-bantu mami. Well ok, i’ll be waiting for you karena aku tahu pasti kamu akan datang
malam ini.
Empat jam aku menanti, jam telah menunjukkan pukul setengah satu dini hari.
Di mana kamu saat ini? Aku coba telpon lima kali tapi telponku ga kamu angkat membuatku
gelisah menerka apa yang sebenarnya terjadi.
Apakah kamu ga ingat kalau ini malam minggu, tanggal tiga Februari
aku ingin menjadikan malam ini beda dengan malam sebelumnya.
Atmosfir romantisme telah aku ciptakan di kamar ini tapi sampai jam empat pagi
kamu tak datang menemani.
Kunyalakan lilin dengan aroma terapi itu sendiri sambil di temani musik jazz
yang susah-susah aku cari di Mall tadi pagi.
Aku ingin marah tapi sudahlah itu tak ada gunanya,
mungkin kamu sedang ada urusan penting yang harus di tangani aku berusaha menghibur diri.
Lilin meleleh habis, hatiku miris di malam yang tragis.
Pagi ini aku ingin berendam, ngopi sambil masturbasi di temani dengan
sisa lilin yang beraroma terapi, tapi tanpa di lengkapi dengan rokok rasanya
tetap saja basi!.
Minggu, 20 Februari 2011
5
100%HALAL: Rokok, kopi, bak mandi dan masturbasi
Pagi ini terasa ada yang kurang, kunikmati pagi dengan secangkir kopi tanpa rokok menemani aku seperti kehilangan gairah hidup. Tak sepert...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam...!!!